SEMANTIK
Pengertian Semantik
Semantics berasal dari bahasa Yunani
Sema (Nomina) ‘tanda’ atau dari verba samaino ‘menandai’, ‘berarti’. Istilah
tersebut digunakan oleh para pakar bahasa untuk menyebut bagian ilmu bahasa
yang memepelajari makna. Semantik adalah cabang linguistic yang meneliti arti
atau makna.
Dengan
kata lain, semantik adalah studi tentang makna. Kata semantik sendiri
menunjukkan berbagai ide – yang populer sangat teknis. Hal ini sering
digunakan dalam bahasa sehari-hari untuk menunjukkan pemahaman tentang isu-isu
yang datang dengan pilihan kata atau konotasi. Dalam linguistik, itu adalah
studi tentang interpretasi tanda-tanda atau simbol-simbol yang digunakan dalam
lembaga atau masyarakat dalam keadaan dan konteks tertentu.
Ciri -Ciri Semantik
- Semantik adalah kajian mengenai hubungan antara tanda (lambang) dengan objek yang diacu oleh tanda tersebut
- Semantik adalah kajian mengenai makna.
Contoh :
1.
Becak ‘kendaraan umum tak bermotor beroda tiga’
2.
Pacar ‘kekasih’
3.
Buku ‘lembaran kertas berjilid’
Jenis-jenis Semantik
Makna Leksikal
Makna leksikal adalah makna yang
sebenarnya, makna yang sesuai dengan hasil observasi indra kita, maka apa
adanya, atau makna yang ada di dalam kamus. Misalnya, leksem ‘kuda’ memiliki
makna leksikal sejenis binatang berkaki empat yang biasa dikendarai, ‘pensil’
bermakna leksikal sejenis alat tulis yang terbuat dari kayu dan arang, dan
‘air’ bermakna leksikalsejenis barang cair yang biasa digunakan untuk keperluan
sehari-hari.
Makna Konotatif
Makna konotatif adalah makna lain
yang ditambahkan pada makna denotatif tadi yang berhubungan dengan nilai rasa
dari orang atau kelompok orang yang menggunakan kata tersebut. Umpamanya kata
kurus pada contoh di atas, berkonotasi netral, artinya tidak memiliki nilai
rasa yang mengenakkan. Tetapi ramping, yaitu sebenarnya bersinomin dengan kata
kurus itu memiliki konotasi positif, nilai rasa yang mengenakkan ; orang akan
senang kalau dikatakan ramping. Sebaliknya, kata kerempeng, yang sebenarnya
juga bersinonim dengan kata kurus dan ramping, mempunyai konotasi yang negatif,
nilai rasa yang tidak enak, orang akan tidak enak kalau dikatakan tubuhnya
kerempeng. Dan juga kata bunga seperti contoh di atas, jika dikatakan “Si Ida
adalah bunga kampung kami”, ternyata makna bunga tak sama lagi dengan makna
semula. Sifat bunga yang indah itu dipindahkan kepada si Ida yang cantik.
Dengan kata lain, orang lain melukiskan kecantikan si ida yang bak bunga.
Makna Konseptual
Makna Konseptual adalah makna yang
dimiliki oleh sebuah leksem terlepas dari konteks atau asosiasi apa pun. Kata
kudamemiliki makna konseptual ‘sejenis binatang berkaki empat yang biasa
dikendarai’, dan kata rumah memiliki makna konseptual ‘bangunan tempat tinggal
manusia’.
Makna Denotatif
Makna denotatif sering disebut
sebagai ‘makna sebenarnya’. Umpama kata perempuan
dan wanita kedua kata itu mempunyai
dua makna yang sama, yaitu ‘makna dewasa bukan laki-laki’.
Makna Asosiatif
Makna asosiatif adalah makna yang
dimiliki sebuah leksem atau kata berkenaan dengan adanya hubungan kata itu
dengan sesuatu yang berada di luar bahasa. Misalnya, kata melati berasosiasi dengan sesuatu yang suci atau kesucian.
Unsur-unsur Semantik
a. Tanda dan Lambang
Tanda
dan lambing (simbol merupakan dua e yang terdapat dalam bahasa. Tanda dan
lambing (symbol) dikembangkan menjadi sebuah teori yang dinamaka simiotik.
Simiotik mempunyai tiga aspek yang sangat berkaitan erat dengan ilmu bahasa,
yaitu; aspek sintaksis, aspek semantic, dan aspek pragmatic.
b. Makna Leksikal dan Hubungan Referensial
leksikal
adalah unit yang terkecil di dalam sistem makna suatu ilmu bahasa dan
keberadaannya dapat dibedakan dari unit terkecil lainnya. Makna leksikal dapat
berupa categorematical dan syncategorematical, yaitu semua kata dan imlpeksi,
kelompok ilimiah dengan makna struktural yang harus didefinisikan dalam satuan
konstruksi. Sedangkan hubungan referensial adalah hubungan yang terdapat antara
sebuah kata dan dunia luar bahasa yang diacu oleh pembicaraan.
c. Penamaan
Istilah
penamaan, diartikan Kridalaksana (1993), sebagai proses pencariaan lambang
bahasa untuk menggambarkan objek konsep, proses dan sebagainya; biasanya dengan
memanfaatkan perbendaharaan yang ada; antara lain dengan perubahan-perubahan
makna yang mungkin atau dengan penciptaan kata atau kelompok kata.
Manfaat Semantik
Semantik
hanya mempelajari makna bahasa sebagai alat komunikasi verbal. Mengkaji makna
bahasa (sebagai alat komunikasi verbal) tentu tidak dapat terlepas dari para
penggunanya. Pengguna bahasa adalah masyarakat. Oleh karena itu studi semantic
sangat erat kaitannya dengan ilmu sosial.






