Pages

Sample Text

Diberdayakan oleh Blogger.

Music

[soundcloud url="https://api.soundcloud.com/tracks/201243678" params="color=ff5500&auto_play=true&hide_related=false&show_comments=true&show_user=true&show_reposts=false" width="100%" height="166" iframe="true" /]
RSS

Semantik



SEMANTIK

Pengertian Semantik
Semantics berasal dari bahasa Yunani Sema (Nomina) ‘tanda’ atau dari verba samaino ‘menandai’, ‘berarti’. Istilah tersebut digunakan oleh para pakar bahasa untuk menyebut bagian ilmu bahasa yang memepelajari makna. Semantik adalah cabang linguistic yang meneliti arti atau makna.

 Dengan kata lain, semantik adalah studi tentang makna. Kata semantik sendiri menunjukkan berbagai ide – yang populer sangat teknis. Hal ini sering digunakan dalam bahasa sehari-hari untuk menunjukkan pemahaman tentang isu-isu yang datang dengan pilihan kata atau konotasi. Dalam linguistik, itu adalah studi tentang interpretasi tanda-tanda atau simbol-simbol yang digunakan dalam lembaga atau masyarakat dalam keadaan dan konteks tertentu.

Ciri -Ciri Semantik
  • Semantik adalah kajian mengenai hubungan antara tanda (lambang) dengan objek yang diacu oleh tanda tersebut
  • Semantik adalah kajian mengenai makna.
Contoh :
1.      Becak ‘kendaraan umum tak bermotor beroda tiga’
2.      Pacar ‘kekasih’
3.      Buku ‘lembaran kertas berjilid’

Jenis-jenis Semantik
Makna Leksikal
Makna leksikal adalah makna yang sebenarnya, makna yang sesuai dengan hasil observasi indra kita, maka apa adanya, atau makna yang ada di dalam kamus. Misalnya, leksem ‘kuda’ memiliki makna leksikal sejenis binatang berkaki empat yang biasa dikendarai, ‘pensil’ bermakna leksikal sejenis alat tulis yang terbuat dari kayu dan arang, dan ‘air’ bermakna leksikalsejenis barang cair yang biasa digunakan untuk keperluan sehari-hari.
Makna Konotatif
Makna konotatif adalah makna lain yang ditambahkan pada makna denotatif tadi yang berhubungan dengan nilai rasa dari orang atau kelompok orang yang menggunakan kata tersebut. Umpamanya kata kurus pada contoh di atas, berkonotasi netral, artinya tidak memiliki nilai rasa yang mengenakkan. Tetapi ramping, yaitu sebenarnya bersinomin dengan kata kurus itu memiliki konotasi positif, nilai rasa yang mengenakkan ; orang akan senang kalau dikatakan ramping. Sebaliknya, kata kerempeng, yang sebenarnya juga bersinonim dengan kata kurus dan ramping, mempunyai konotasi yang negatif, nilai rasa yang tidak enak, orang akan tidak enak kalau dikatakan tubuhnya kerempeng. Dan juga kata bunga seperti contoh di atas, jika dikatakan “Si Ida adalah bunga kampung kami”, ternyata makna bunga tak sama lagi dengan makna semula. Sifat bunga yang indah itu dipindahkan kepada si Ida yang cantik. Dengan kata lain, orang lain melukiskan kecantikan si ida yang bak bunga.
Makna Konseptual
Makna Konseptual adalah makna yang dimiliki oleh sebuah leksem terlepas dari konteks atau asosiasi apa pun. Kata kudamemiliki makna konseptual ‘sejenis binatang berkaki empat yang biasa dikendarai’, dan kata rumah memiliki makna konseptual ‘bangunan tempat tinggal manusia’.
Makna Denotatif
Makna denotatif sering disebut sebagai ‘makna sebenarnya’. Umpama kata perempuan dan wanita kedua kata itu mempunyai dua makna yang sama, yaitu ‘makna dewasa bukan laki-laki’.
Makna Asosiatif
Makna asosiatif adalah makna yang dimiliki sebuah leksem atau kata berkenaan dengan adanya hubungan kata itu dengan sesuatu yang berada di luar bahasa. Misalnya, kata melati berasosiasi dengan sesuatu yang suci atau kesucian.


Unsur-unsur Semantik
a. Tanda dan Lambang
Tanda dan lambing (simbol merupakan dua e yang terdapat dalam bahasa. Tanda dan lambing (symbol) dikembangkan menjadi sebuah teori yang dinamaka simiotik. Simiotik mempunyai tiga aspek yang sangat berkaitan erat dengan ilmu bahasa, yaitu; aspek sintaksis, aspek semantic, dan aspek pragmatic.
b. Makna Leksikal dan Hubungan Referensial
leksikal adalah unit yang terkecil di dalam sistem makna suatu ilmu bahasa dan keberadaannya dapat dibedakan dari unit terkecil lainnya. Makna leksikal dapat berupa categorematical dan syncategorematical, yaitu semua kata dan imlpeksi, kelompok ilimiah dengan makna struktural yang harus didefinisikan dalam satuan konstruksi. Sedangkan hubungan referensial adalah hubungan yang terdapat antara sebuah kata dan dunia luar bahasa yang diacu oleh pembicaraan.
c. Penamaan
Istilah penamaan, diartikan Kridalaksana (1993), sebagai proses pencariaan lambang bahasa untuk menggambarkan objek konsep, proses dan sebagainya; biasanya dengan memanfaatkan perbendaharaan yang ada; antara lain dengan perubahan-perubahan makna yang mungkin atau dengan penciptaan kata atau kelompok kata.

Manfaat Semantik
Semantik hanya mempelajari makna bahasa sebagai alat komunikasi verbal. Mengkaji makna bahasa (sebagai alat komunikasi verbal) tentu tidak dapat terlepas dari para penggunanya. Pengguna bahasa adalah masyarakat. Oleh karena itu studi semantic sangat erat kaitannya dengan ilmu sosial.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Puisi Anak



Terima Kasih Guru

Guruku
Engkau yang mengajariku membaca dan menulis
Engkau yang mengajariku berhitung
Engkau yang mengajariku sampai aku pandai
Engkau juga yang mengajariku dengan tulus dan sabar

Guruku
Begitu besar jasamu
Kau tak kenal lelah mengajariku
Mengingat dengan sepenuh hati

Guruku
Terimakasih atas semua pengorbanannmu
Tanpa dirimu
Kami tak akan pernah bisa mengenal banyak hal
tentang warna – warni kehidupan

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Karakter Kartun yang Baik


Karakter Kartun yang Baik



Minny
Minny – tokoh utama dalam kartun ini yang berwarna Putih. Minny tinggal di dalam rumah bersama teman-temannya. Dia merupakan koki di Buergeran Krab yang terkenal dengan Burger Patty.
Tokoh kartun yang satu ini, selalu terlihat semangat. Senantiasa berpikir positif apapun yang terjadi. Tidak pernah mengeluh walaupun masalah yang dihadapi begitu besar. Terus bersikap baik meskipun terhadap temannya, dan tidak pendendam. Di dalam film ini terdapat 6 buah pelajaran berharga yang dapat kita ambil. Antara lain sebagai berikut :
-Pekerja Keras
-Kedisiplinan yang Tinggi
-Murah Senyum dan Ceria
-Memiliki Sikap Hormat dan Santun
-Setia Kawan
Minny sangat menunjukkan kesenangannya di dalam bekerja dan menolong orang lain. Inilah  sifat-sifat yang dimiliki oleh Minny yang sangat terpuji, yaitu selalu mudah dalam menolong orang lain dan semangat di dalam bekerja dikarenakan cintanya terhadap pekerjaan yang ia jalani.




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pengertian Hakikat, Jenis, Ciri-ciri, Manfaat Apresiasi Sastra Anak



Pengertian, Hakikat, Jenis, Ciri-ciri, Manfaat Apresiasi Sastra Anak

1.                   Hakikat Sastra Anak
Sastra anak adalah karya sastra yang secara khusus dapat dipahami oleh anak-anak dan berisi tentang dunia yang akrab dengan anak-anak, yaitu anak yang berusia antara 6-13 tahun. Seperti pada jenis karya sastra umumnya, sastra anak juga berfungsi sebagai media pendidikan dan hiburan, membentuk kepribadian anak, serta menuntun kecerdasan emosi anak. Pendidikan dalam sastra anak memuat amanat tentang moral, pembentukan kepribadian anak, mengembangkan imajinasi dan kreativitas, serta memberi pengetahuan keterampilan praktis bagi anak. Fungsi hiburan dalam sastra anak dapat membuat anak merasa bahagia atau senang membaca, senang dan gembira mendengarkan cerita ketika dibacakan atau dideklamasikan, dan mendapatkan kenikmatan atau kepuasan batin sehingga menuntun kecerdasan emosinya. (Wahidin, 2009)
Sifat sastra anak adalah imajinasi semata, bukan berdasarkan pada fakta. Unsur imajinasi ini sangat menonjol dalam sastra anak. Hakikat sastra anak harus sesuai dengan dunia dan alam kehidupan anak-anak yang khas milik mereka dan bukan milik orang dewasa. Sastra anak bertumpu dan bermula pada penyajian nilai dan imbauan tertentu yang dianggap sebagai pedoman tingkah laku dalam kehidupan. (Wahidin, 2009)
Ditinjau dari sasaran pembacanya, sastra anak dapat dibedakan antara sastra anak untuk sasaran pembaca kelas awal, menengah, dan kelas akhir atau kelas tinggi. Sastra anak secara umum meliputi (1) buku bergambar, (2) cerita rakyat, baik berupa cerita binatang, dongeng, legenda, maupun mite, (3) fiksi sejarah, (4) fiksi realistik, (5) fiksi ilmiah, (6) cerita fantasi, dan (7) biografi. Selain berupa cerita, sastra anak juga berupa puisi yang lebih banyak menggambarkan keindahan paduan bunyi kebahasaan, pilihan kata dan ungkapan, sementara isinya berupa ungkapan perasaan, gagasan, penggambaran obyek ataupun peristiwa yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak. (Saryono dalam Puryanto, 2008: 3)

Berdasarkan kehadiran tokoh utamanya, sastra anak dapat dibedakan atas tiga hal, yaitu :
          1.   Sastra anak yang mengetengahkan tokoh utama benda mati.
          2.   Sastra anak yang mengetengahkan tokoh utamanya makhluk hidup selain manusia.
          3.   Sastra anak yang menghadirkan tokoh utama yang berasal dari manusia itu sendiri.

2.                     Jenis sastra anak meliputi prosa, puisi, dan drama:

1. Puisi
Puisi adalah karya sastra yang berbentuk untaian bait demi bait yang relatif memperhatikan irama dan rima sehingga membentuk satu kesatuan yang indah.
Untuk puisi anak, ciri – cirinya adalah menggunakan bahasa yang mudah dipahami anak, pesan yang terkandung bersifat transparan, isinya sesuai dengan kelompok umur anak, serta latar belakang puisi berupa lingkungan yang sesuai dengan anak.
        
           2. Prosa
                      Prosa adalah hasil karya sastra yang bersifat paparan atau berbentuk cerita. Menurut Hayim ( 1981 ), prosa untuk anak memiliki ciri – ciri :
1.  Bahasa yang digunakan harus sesuai dengan tingkat perkembangan bahasa anak.
2.  Isi cerita harus sesuai dengan tingkat umur dan perhatian anak.
3.  Hendaknya jangan diberikan cerita bertemakan politik, tetapi mengutamakan pendidikan moral dan pembentukkan watak. 
  
     3. Drama
Drama adalah salah satu karya sastra yang digunakan sebagai medium pengungkapan gagasan atau perasaan melalui serangkaian dialog antar pelaku dan adegan, yang tujuan utamanya untuk dipertunjukkan bukan untuk dibacakan.
Ciri drama untuk anak SD, tidak jauh berbeda dengan ciri prosa atau cerita untuk anak SD. Perbedaannya adalah dari segi dialog yang sederhana ( pendek – pendek ) dan jumlah adegan yang tidak berbelit – belit.

     Ciri-ciri sastra anak
Ada beberapa yang menjadi ciri khas dari sastra anak yang dapat dibedakan dengan sastra remaja atau sastra dewasa. Berikut adalah ciri-ciri sastra anak yang dirangkum dari Suyatno (2009), Sarumpaet (2009), dan B. Nurgiyantoro (2005).

a) Tokoh yang terlibat  dalam cerita diperkenalkan terlebih dahulu.
Setiap tokoh yang berperan dalam cerita atau sastra anak diperkenalkan terlebih dahulu, sedangkan pada cerita remaja atau dewasa pengenalan tokoh dapat terjadi ketika cerita sedang berlangsung.

b) Dalam penceritaan selalu dibarengi dengan gambar
Untuk sastra anak-anak, penceritaan diperkuat dengan gambar. Tujuan dari iringan gambar pada penceritaan adalah untuk memperkuat penceritaan sehingga anak-anak lebih mudah memahami cerita. Selain itu kehadiran gambar adalah salah satu sarana untuk menarik perhatian.

c)  Menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami
Bahasa yang digunakan dalam penceritaan cenderung mudah untuk dipahami oleh anak-anak dan tidak menggunakan bahasa yang kompleks seperti karya sastra yang ditujukan untuk remaja atau dewasa.


d)  Desain buku bacaan yang unik untuk menarik prhatian
Desain buku untuk anak-anak cenderung berbeda dengan buku-buku remaja, buku anak lebih menggunakan desain yang berbeda seperti bentuk yang menyerupai buah-buahan, atau dengan kombinasi warna yang menarik perhatian.

e) Penceritaan cenderung terkait dengan kehidupan anak (keluarga, teman, guru, dll).
Penceritaan selalu dikaitkan dengan kehidupan anak-anak, sehingga pesan yang ingin disampaikan tercapai. Meskipun penceritaan dalam bentuk fabel dan cerita fantasi, namun penceritaan tetap berpusat pada kehidupan yang dialami anak-anak.

f)  Diakhir cerita selalu menggembirakan tokoh utama.
Penceritaan dalam sastra anak selalu berakhir dengan kegembiraan pada tokoh utama sebagai fokus penceritaan. Tidak hanya tokoh utama, tokoh antagonis dalam penceritaanpu selalu berakhir dengan sadar dan berubah dengan sifat baik.

g)  Dikaitkan dengan psikologi perkembangan anak (Operasional konkret).

 Manfaat  Apresiasi Sastra
Apresiasi sastra memiliki berbagai manfaat. Moody dan Leslie S. (dalam Wardani,1981) mengemukakan manfaat apresiasi sastra: (a) melatih keempat keterampilan berbahasa, (b) menambah pengetahuan tentang pengalaman hidup manusia seperti adat istiadat, agama, kebudayaan, dsb, (c) membantu mengembangkan pribadi, (d) membantu pembentukan watak, (e) memberi kenyamanan, (f) meluaskan dimensi kehidupan dengan pengalaman baru. Hal tersebut sejalan dengan Huck (1987) yang mengemukakan dua manfaat apresiasi sastra, yakni:
(1) nilai personal: memberi kesenangan, mengembangkan imajinasi, memberi pengalaman yang dapat terhayati, mengembangkan pandangan ke arah persoalan kemanusiaan, menyajikan pengalaman yang bersifat emosional;
(2) Nilai pendidikan: membantu perkembangan bahasa, meningkatkan kelancaran-kemahiran membaca, meningkatkan keterampilan menulis, mengembangkan kepekaan terhadap sastra.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS