Fungsi dan Ragam Bahasa
- Fungsi Bahasa
Fungsi
bahasa adalah cara orang menggunakan bahasa mereka, atau bahasa-bahasa mereka
bila mereka berbahasa lebih dari satu . Jika dinyatakan dalam pengertian yang
lebih rapat yaitu orang melakukan sesuatu dengan bahasa mereka, yaitu dengan
cara bertutur dan menulis, mendengarkan, dan membaca, mereka berharap dapat
mencapai banyak sasaran dan tujuan.
Satu
pengelompokkan yang sangat berbeda adalah pengelompokan yang dikemukakan oleh
seorang psikolog Austria Karl Buhler (1934). Ia tertarik pada fungsi bahasa
bukan dari sudut pandangan kebudayaan, tetapi dari sudut pandangan
perseorangan. Buhler membedakan fungsi bahasa ke dalam bahasa ekspresif, bahasa
konatif, dan bahasa representasional. Bahasa ekspresif yaitu bahasa yang
terarah pada diri-sendiri, si pembicara. Bahasa konatif yaitu bahasa yang
terarah pada lawan bicara dan bahasa representasional yaitu bahasa yang terarah
pada kenyataan lainna-yaitu, apa saja selain si pembicara atau lawan bicara.
Berikut
merupakan fungsi bahasa secara umum;
1)
Sebagai sarana komunikasi
Digunakan
dalam berbagai lingkungan, tingkatan, dan kepentingan yang beraneka ragam,
misalnya, komunikasi ilmiah, komunikasi bisnis, komunikasi kerja, dan
komunikasi sosial. Manusia tidak dapat hidup sendiri, mereka perlu berkomunikasi
dalam berbagai lingkungan ditempat mereka.
2) Sebagai sarana integrasi dan adaptasi
Bahasa
indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional dan bahasa negara merupakan
fungsi integratif. Indikator kedudukannya sebagai bahasa nasional:
- Lambang nasional yang dapat
memberikan kebanggaan jati diri pemakainya sebagai bangsa indonesia.
- Lambang identitas nasional yang
dapat dikenali oleh masyarakat.
- Alat pemersatu penduduk antar
pulau diseluruh indonesia.
- Alat komunikasi antar daerah
dan antar budaya.
Indikator
kedudukannya sebagai bahasa nasional berfungsi sebagai:
- Bahasa dalam kegiatan resmi
- Bahasa pengantar di sekolah
- Alat komunikasi pada tingkat
nasional
- Alat pengembangan budaya
Dengan
bahasa, orang dapat menyatakan hidup bersama, bahkan bahasa menimbulkan suatu
kekuatan yang merupakan sinergi dengan orang lain. Misalnya : Seseorang tidak
akan menggunakan bahasa ilmiah ketika berbelanja, seorang ibu tidak akan
menggunakan bahasa bisnis ketika menasehati anaknya.
3)
Sebagai kontrol sosial
Berfungsi
untuk mengendalikan komunikasi agar orang yang terlibat dalam komunikasi dapat
saling memahami. Dalam kehidupan sehari-hari dapat berbentuk komunikasi timbal
balik, baik secara lisan maupun tulisan. Dengan demikian, masing-masing dapat
mengendalikan komunikasi dan memberi saran, kritik dll.
4)
Sebagai sarana memahami diri
Dalam
membangun karakter seseorang harus dapat memahami dan mengidentifikasi kondisi
dirinya terlebih dahulu.Pemahaman ini mencakup kemampuan fisik, emosi,kecerdasan
dll.
5)
Sebagai sarana ekspresi diri
Dapat
dilakukan dari tingkat yang paling sederhana sampai dengan tingkat yang
kompleks. Ekspresi paling sederhana misalnya untuk menyatakan cinta, lapar,
krecewa.. Tingkat kompleks misalnya berupa pernyataan kemapuan mengerjakan
proyek besar dalam bentuk proposal yang sulit dan rumit, menulis laporan,
desain produk, dll.
6)
Sebagai sarana memahami orang lain
Dengan
pemahaman terhadap seseorang, pemakai bahasa dapat mengenali berbagai hal
mencakup kondisi pribadinya. Melalui pemahaman ini seseorang akan memperoleh
wawasan yang luas dan bermanfaat serta memperoleh kemampuan berfikir sinergis
dengan memadukan pengalaman orang lain bersama dengan potensi dirinya.
7)
Sebagai sarana mengamati lingkungan sekitar
Keberhasilan
seseorang menggunakan kecerdasannya ditentukan oleh kemampuannya memanfaatkan
situasi lingkungannya sehingga memperoleh berbagai kreatifitas baru yang dapat
memberikan berbagai keuntungan bagi dirinya dan masyarakat. Misalnya, Apa yang
melatarbelakangi pengamatan, bagaimana masalahnya, bagaimana cara mengamati,
tujuannya, hasilnya, kesimpulan.
8)
Sebagai sarana berfikir logis
Melalui
proses berfikir logis, seseorang dapat menentukan tindakan tepat yang harus
dilakukan. Selain itu, perlu disadari bahwa bahasa bukan hanya sarana proses
berpikir melainkan juga penghasil pemikiran, konsep, atau ide.
9)
Mengembangkan kecerdasan ganda
Selain
kecerdasan berbahasa, seseorang dimungkinkan memiliki beberapa kecerdasan
sekaligus. Selain itu orang yang tekun mendalami bidang studinya secara seriu
dimungkinkan memiliki kecerdasan yang produktif. Misal seorang ahli pemograman
yang mendalami bahasa, ia dapat membuat kamus elektronik, mesin penerjemaah,
dll.
10) Membangun karakter
Kecerdasan
merupakan bagian karakter dari manusia. Kecerdasan berbahasa memungkinkan
seseorang dapat mengembangkan karakternya lebih baik.
Fungsi
Bahasa Indonesia Secara Khusus :
- Bahasa Nasional
Tanggal 28
Oktober 1928, pada hari “Sumpah Pemuda” lebih tepatnya, Dinyatakan Kedudukan
bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional memilki fungsi-fungsi sebagai berikut:
· Bahasa
Indonesia sebagai Identitas Nasional.
· Bahasa
Indonesia sebagai Kebanggaan Bangsa.
· Bahasa
Indonesia sebagai alat komunikasi.
· Ragam
Bahasa
2. Pengertian
Ragam Bahasa
Ragam bahasa
adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik
yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang
dibicarakan, serta menurut medium pembicara. Ragam bahasa ditinjau dari media
atau sarana yang digunakan untuk menghasilkan bahasa, yang terdiri dari ragam
bahasa lisan dan ragam bahasa tulisan.
Bahasa yang
di hasilkan menggunakan alat ucap (organ of speech) dengan fonem sebagai
unsur dasar dinamakan ragam bahasa lisan sedangkan bahasa yang dihasilkan
dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai dasarnya, dinamakan ragam
bahasa tulisan. Jadi dalam ragam bahasa lisan kita berurusan dengan lafal,
dalam ragam bahasa tulisan kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan).
- Macam-macam Ragam Bahasa
Yaitu bisa
dibagi tiga berdasarkan media,cara pandang penutur, dan topik pembicaraan.
- Ragam
bahasa berdasarkan Media (Tulisan)
- Ragam
bahasa Media (Lisan)
Ragam Lisan
Ragam bahasa
baku lisan didukung oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi
pelesapan kalimat. Namun hal itu tidak mengurangi ciri kebakuannya. Pembicara
lisan dalam situasi formal berbeda tuntutan kaidah kebakuannya dengan pembicara
lisan dalam situasi tidak formal atau santai. Jika ragam bahasa dituliskan,
ragam bahasa itu tidak bisa disebut ragam bahasa tulis, tetapi tetap disebut
sebagai ragam lisan.
Ciri-ciri ragam lisan:
- Memerlukan orang kedua/teman
bicara.
- Tergantung kondisi, ruang, dan
waktu.
- Tidak harus memperhatikan gramatikal,
hanya perlu intonasi serta bahasa tubuh.
- Berlangsung cepat
Ragam Tulis
Dalam
penggunaan ragam bahasa baku tulisan makna kalimat yang diungkapkan nya
ditunjang oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan
unsur kalomat. Oleh karrena itu, penggunaan ragam baku tulis diperlukan
kecermatan dan ketepatan dalam pemilihan kata, penerapan kaidah ejaan, struktur
bentuk katadan struktur kalimat, serta kelengkapaan unsur-unsur bahasa di dalam
struktur kalimat.
Ciri-ciri
ragam tulis:
- Tidak memerlukan orang
kedua/teman bicara;
- Tidak tergantung kondisi,
situasi & ruang serta waktu;
- Harus memperhatikan unsur
gramatikal;
- Berlangsung lambat;
- Selalu memakai alat bantu;
- Kesalahan tidak dapat langsung
dikoreksi;
DAFTAR
PUSTAKA
Ali,
Lukman.1991.Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua. Jakarta :
Balai Pustaka .
Gorys,
keraf. 1997. Komposisi Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa. Flores : Nusa
Indah.