Pages

Sample Text

Diberdayakan oleh Blogger.

Music

[soundcloud url="https://api.soundcloud.com/tracks/201243678" params="color=ff5500&auto_play=true&hide_related=false&show_comments=true&show_user=true&show_reposts=false" width="100%" height="166" iframe="true" /]
RSS

Hakikat Bahasa





Hakikat Bahasa

Bahasa merupakan suatu sistem lambang bunyi ujaran yang digunakan oleh manusia untuk berinteraksi dalam kehidupan bermasyarakat. Hakikat bahasa menurut Harimurti Kridalaksana dalam Kamus Linguistik edisi ketiga adalah sistem adalah sistem lambang bunyi yang arbiter, yang dipergunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerjasama, berinteraksi, dan mengindentifikasikan diri.
Abdul Chaer dan Leonie Agustina menyebutkan hakikat bahasa dalam buku “Pragmatik: Perkenalan Awal” yaitu sebuah sistem, artinya bahasa itu dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap dan dapat dikaidahkan.
Berdasarkan definisi bahasa dari Kridalaksana dan dari beberapa pakar lain maka dapat disebutkan sifat yang hakiki dari suatu bahasa itu antara lain sebagai berikut:
a. Bahasa sebagai sistem, yaitu bahasa memiliki suatu aturan atau susunan teratur yang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna dan berfungsi.                                                 
b. Bahasa berwujud lambang, yaitu bahasa  dilambangkan atau disampaikan dalam bentuk bunyi bahasa bukan wujud yang lain yaitu berupa bunyi-bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.
c. Bahasa berupa bunyi, yang dimaksud disini adalah satuan bun yi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dalam fonetik diamati sebagai “fon” dan di dalam fonemik sebagai “fonem”.
d. Bahasa itu bermakna, yaitu menyampaikan pesan konsep ide atau pemikiran.
e. Bahasa itu besifat unik, yaitu setiap bahasa di dunia itu mempunyai ciri khas yang spesifik yang tidak dimiliki oleh bahasa lain.
f. Bahasa itu bersifat universal, yaitu pada suatu bahasa yang ada di dunia ada ciri-ciri yang sama yang dimiliki oleh setiap bahasa dan tentunya ciri-ciri itu adalah unsur bahasa yang paling umum.
g. Bahasa itu variasi, yaitu bahasa di dunia ini beragam dan bermacam-macam.  
h. Bahasa bersifat konvensional, yaitu masyarakat mematuhi konvensi yang diterapkan didalam konsep yang mewakilinya.
i. Bahasa bersifat variasi, yaitu bahasa di dunia ini beragam dan bermacam-macam.

Unsur dasar bahasa
1.      Fonem
 yaitu unsur terkecil dari bunyi ucapan yang bisa digunakan untuk membedakan arti dari satu kata. Contohnya kata ular dan ulas memiliki arti yang berbeda karena perbedaan pada fonem /er/ dan /es/. Setiap bahasa memiliki jumlah dan jenis fonem yang berbeda-beda. Misalnya bahasa Jepang tidak mengenal fonem /la/ sehingga perkataan yang menggunakan fonem /la/ diganti dengan fonem /ra/.

2. Morfem
yaitu unsur terkecil dari pembentukan kata dan disesuaikan dengan aturan suatu bahasa. Pada bahasa Indonesia morfem dapat berbentuk imbuhan. Misalnya kata praduga memiliki dua morfem yaitu /pra/ dan /duga/. Kata duga merupakan kata dasar penambahan morfem /pra/ menyebabkan perubahan arti pada kata duga.
3. Sintaksis
yaitu penggabungan kata menjadi kalimat berdasarkan aturan sistematis yang berlaku pada bahasa tertentu. Dalam bahasa Indonesia terdapat aturan SPO atau subjek-predikat-objek. Aturan ini berbeda pada bahasa yang berbeda, misalnya pada bahasa Belanda dan Jerman aturan pembuatan kalimat adalah kata kerja selalu menjadi kata kedua dalam setiap kalimat. Hal ini berbeda dengan bahasa Inggris yang memperbolehkan kata kerja diletakan bukan pada urutan kedua dalam suatu kalimat.
4. Semantik
mempelajari arti dan makna dari suatu bahasa yang dibentuk dalam suatu kalimat.
5. Diskurs
mengkaji bahasa pada tahap percakapan, paragraf, bab, cerita atau literatur.


DAFTAR PUSTAKA


Chaer, Abdul.1994. Lingustik Umum. Jakarta: Renika Cipta
www.google.com oleh Khairilusman dalam postingan.wordpress.com






  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar